Jumat, 18 November 2011

Pemuda Harapan bangsa "Artikel"


PEMUDA HARAPAN BANGSA
Kata-kata pemuda dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firman Allah SWT pada surah al-Anbiya [21] ayat 60 tentang pemuda Ibrahim.
"Mereka berkata, 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim'."

Bentuk jamak dari fatan adalah fityah (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada surah al-Kahfi [18] ayat 13.
 "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."
Sejak dahulu sampai sekarang remaja selalu menjadi pusat perhatian berbagai kumpulan masyarakat seperti orang tua, organisasi, agama, dan masyarakat umum. Bahkan, dalam pemerintah dalam hal ini Bangsa dan Negara tidak segan-segan mengeluarkan sejumlah anggaran besar untuk mengurus berbagai hal tentang remaja.  Besarnya perhatian berbagai kalangan tentang remaja disebabkan oleh banyaknya harapan dan potensi yang diinginkan oleh berbagai komponen masyarakat, termasuk pemerintah pada diri remaja.
Di sisi lain, saat ini pula kejahatan menghegomoni kita dan generasi muda kita. Terpampang di depan mata begitu banyak fakta anak FUNK, tertama di kota-kota. Mereka  anak-anak remaja, dengan prilaku yang aneh, mengecat rambu berwarna-warni, pakaian compang-camping, tidur di bawah-bawah jembatan, atau di pinggir-pinggir jalan raya dengan selingan narkoba dan hura-hura lainnya serta kehidupan bebas tanpa batas, masuk ke dalam boks warnet pada waktu magrib, keluar selepas subuh, bersama laki-laki, dan bahkan bersama perempuan. Ada pula yang lain mencari jati diri, berjumpa dengan orang-orang penebarkan fitnah dan kesesatan dengan membayar kebutuhan-kebutuhan mereka ditambah dengan kurang peduli orang tua mereka terhadap apa yang mereka kerjakan. Walhasil berbagai ajaran dan aliran sesatpun ditelannya tanpa reserve, maka terjadilah sebagaaimana yang kita saaksikan sekarang ini.
Di antara harapan termasuk yaitu remaja diharapkan menjadi anak   yang berbakti dan pahlawan keluarga oleh orang tua, menjadi anak  yang cerdas (intelek) dan bermoral oleh pendidik, menjadi orang yang beriman dan bertaqwa serta berahlak mulia oleh agama, menjadi calon pemimpin dalam organisasi, dan menjadi pencipta kedamaian dan ketertiban oleh masyarakat umum. Sedangkan harapan bagi bangsa dan negara adalah pelanjut pembangunan bangsa ke depan yang berkualitas, kontrol sosial, agar perubahan, atau pelopor dan pelaksana kegiatan yang berbasis kemasyarakatan dan umat.
Untuk mewujudkan keseluruhan harapan tersebut di atas, mustahil terwujud dengan sendirinya, perlu ada langkah-langkah strategi guna mewujudkannya. Upaya-upaya yang dilakukan selama ini misalnya, menekankan pembinaan remaja di lingkungan keluarga dan melalui pendidikan formal (sekolah). Di samping itu, pemerintah juga giat mengadakan seminar atau pelatihan mengenai remaja dan membentuk organisasi remaja di bawah naungan instansi tertentu. Demikian pula masyarakat umum membentuk berbagai macam lembaga atau organisasi pemuda, baik yang berciri sosial kemasyarakatan, pendidikan, politik, maupun lembaga pemuda yang bercirikan aliran tertentu.
Semua kegiatan atau organisasi ini setidaknya memberikan kontribusi yang banyak dalam mewujudkan harapan berbagai komponen masyarakat dan pemerintah terhadap  diri remaja, atau  minimal menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Selain itu, adanya kegiatan atau organisasi remaja tersebut  mampu menggali potensi remaja menjadi remaja kreatif, inovatif tidak berperilaku menyimpang seperti  tawuran, seks bebas, pengguna obat-obat terlarang, premanisme, dan hura-hura.
Salah satu kegiatan atau organisai remaja yang dipandang mampu mewujudkan harapan berbagai komponen masyarakat, termasuk bangsa terhadap remaja adalah remaja mesjid. Melalui organisasi ini  dilakukan aneka kegiatan atau program kerja yang tidak hanya berorientasi keagamaan (Islam), tetapi juga hal-hal sosial kemasyarakatan. Sebagai sebuah wadah pembinaan remaja, remaja mesjid memiliki ciri khas atau keunikan yang jarang didapatkan di organisasi bersifat umum. Organisasi menggabungkan antara penenaman nilai-nilai agama Islam (ibadah) dengan kegiatan sosial kemasyarakatan (muamalah). Contoh, baca tulis Al-Qur,an, kajian seputar agama Islam, latihan dasar kepemimpinan, bakti sosial, seminar dan  pelatihan tentang masalah remaja, atau lomba lagu qasidah.
Remaja/pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang, di tangan merekalah hidup dan mati suatu bangsa. Ini adalah bagian dari ungkapan Mustafa al-Gulayaini, tentang betapa urgen dan pentingnya eksistensi para remaja.
Allah SWT menampilkan satu episode kehidupan penting pemuda dalam Al-Quran, surah al-Kahfi. Mereka adalah sosok pemuda masa lalu yang sukses dunia dan akhirat yang dijadikan contoh bagi umat Nabi Muhammad, untuk menjadi inspirasi dan solusi bila kondisi di mana kejahatan menyelimuti dan hal itu akan terulang kembali. Karena itu, setiap Muslim harus menggunakan Al-Quran dan Sunnah sebagai landasan normatif dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapinya.
Dalam tarikh Islam kepada kita diinformasikan bahwa Ali Ibn Abi Thalib, adalah sosok pemuda yang berusaha menyelamatkan diri dari pengaruh jahiliyah dan tidak pernah tunduk kepada berhala. Karena itu, dia digelar dengan Karramallahu wajhah. Orang bijak mengatakan: Semangat pemuda dapat merobohkan gunung yang tinggi.
Dengan demikian, pemuda menurut Islam adalah asset umat yang saangat berharga, kita berkewajiban menyelamat mereka dari berbagai kejahatan, terutama dalam membenteng mereka dari pengaruh aliran-aliran sesat dewasa ini. Dengan demikian kita tidak meninggalkan generasi yang lemah yang sangat berbahaya bagi masa depan Islam dan kaum Muslimin.
Wahai pemuda Islam, janganlah kalian terpaku pada diri sendiri, meninggalkan bangsa, padahal mereka adalah nenek moyang, saudara-saudara, dan sanak kerabatmu. Turunlah ke masyarakat bangsamu! Bergumullah bersama mereka, hidup dan berserikatlah bersama mereka, bimbinglah orang-orang yang terbebani dalam hidupnya, usaplah air mata anak-anak yatim, tersenyumlah untuk menghibur wajah-wajah yang tertimpa kesusahan, ringankanlah beban yang dipikul oleh orang-orang yang kepayahan, tolonglah orang yang teraniaya, dan obatilah hati yang bersedih dengan perbuatan, kata-kata yang baik, dan senyuman yang tulus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar